Sabtu, 28 Agustus 2010

Pesantren Ramadhan Di Sekolah :D

Diposting oleh Ayudia's World di 20.30 0 komentar
Taraaaa..
This is it..! Postingan ga penting dari gw. :D
Kali ini gw mau cerita soal "Pesantren Ramadhan Di Sekolah" kemaren lusa anak kelas 9 pada sanlat di sekolah.. Seru sih.. Pas materi juga lumaayan seru :) Tapi yang paling berkesan tu pas renungan malam tentang "Orang Tua" hmm.. semua rata-rata pada nangis, kecuali orang-orang yg hatinya terbuat dari batu..! haha :D
Ada tu yg lain pada nangis dia malah ketawa-ketawa, iiuuh, ga tau dirii.. *out of topic :D
Lanjuut, habis  renungan tu waktunya tidur malem, nah pas tidur itu yg seru, anak-anak pada keluar-keluar dari ruangan, ngemil, ngobrol, hehe, serulah pokoknya :D Tapi ada yg serem jugaa, anak-anak pada bilang kalo mereka denger suara-suara aneh gitu dari lantai atas, trus lampu mati sendiri, macem2 lah..
Gw ma teme gw jug ga tidur sama sekali gara-gara nemenin temen gw di UKS :) Alhasil dari pada bosen ya mending kita webcaman aja, mumpung gw bawa lappy :D
Hahaha.. Moo liaat ?





itu baru beberapa.. sebenernya masih banyak bgt..! haha :D Kacaau..
abis itu jam 3 mulai kegiatan lagi, kita sholat trawih di masjid skolah, jam 3 pagi cooy..! Maka, disana kita sholat sambil ngantuk2..! Mana bacaannya panjang2 lagi, haha, gw aja cuma ikut 4 rakaat pertama, sisanya gw ma yg lainn tidur dibelakang, cuma beberapa aja yg ikut sholat :D
Ga tenang banget deh tidur di masjiid.. haha.. Tapi lumayan deh bisa tidur, abis sholat kita smua langsung sahur, sahur  seadana aja sih --" waktu itu cuma makan nasi, sayur bening, sma daging, dagingnya cuma segede' uang receh.. Kacaau --"
abiis sahur langsung pulang deh :D Haha.. Jam 6 udah nyampe rumah, pas nyampe rumah gw langsung ganti baju trus tidur smpe jam 5 sore. wakakak :D Paraah..

Kamis, 26 Agustus 2010

Buka Puasa Bareng :D

Diposting oleh Ayudia's World di 04.49 0 komentar
Kya.. Lama ga posting.. Akhirnya gw bikin postingan yg ga penting lagi ! haha :D
Yaap..! Kemaren gw baru BuBar bareng Azizah, Dhedhe, sma Icha :D Seruu euy..! Rencana awal  kita mau ngumpul jam stengah 5, pas udah jam stengah 5, gw ma Icha udah rapi noh, tinggal nunggu Zizah ma Dhedhe, ditungguin ampe jam stengah 6 kagak nongol2 tu beduaa, jam stengah 6 lewat akhirnya mereka dateng juga..! Langsung deh kita buru-buru beli makanan di TownHall. Disitu kita dapet gorengan, sama ayam goreng, plus Jus..! Haha :D Habis beli makanan, kita langsung beli petasan juga ! kan ga enak kalo ga main petasan.. wakakak :D
Abis beli petasan langsung deh kita balik kerumah gw and siapin makanannya sambil nunggu adzan, beberapa menit kemudian adzan pun berkumandang *cikiciiuw
langsung deh kita serbu makananya..! abis makan, ga lupa dong mainin petasannyaa..! Jedeer doorr diiaaar :D
Maininnya juga didepan rumah orang, untung aja ga di omelin. wakaakak :D abis main petasan kita balik lagi kerumah gw karna kecapean abis keliling2..
Ngga lama kemudian gw, dhedhe, ma zizah dapet ide buat webcaman.! *Icha udah balik yee :D
Haha.. yaudah kita webcaman..
gilaaaa..







Rabu, 18 Agustus 2010

Renungan Ayah Part II :'(

Diposting oleh Ayudia's World di 07.16 0 komentar
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mama/Ibunya.
Lalu bagaimana dengan Papa/ayah?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang :
“Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”.
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas :
“Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia :)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata:
“Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “utri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Notes : Baca semua renungannya pake lagunya Mariah Carey - Hero
pasti lebih berasa


Renungan Ayah :'(

Diposting oleh Ayudia's World di 07.15 0 komentar
Sahabat…pernahkah kita mengingat-ingat setiap jasa-jasa seorang ayah??
Ya seorang lelaki paruh baya, yang senantiasa bekerja siang malam, tanpa mengenal lelah yang mengesampingkan rasa kantuk, rasa sakit demi memperjuangkan harapan-harapannya menjadikan putra-putrinya menjadi anak-anak yang sholeh-sholehah dan berhasil dalam pendidikan dan kariernya…
Seorang lelaki yang berjuang bersama wanita bernama ibu membesarkan putra-putrinya, membelajarkan anak-anaknya untuk lebih dekat kepada Allah seperti halnya yang dilakukan Lukman kepada anaknya yang berpesan kepada anaknya untuk tidak menduakan Allah. Sahabat pernahkah kau perhatikan wajah tuanya yang penuh kerutan di dahinya, yang coba meredam rasa lelah, rasa marah yang dibalut dengan senyum manis agar tidak membuat anaknya khawatir dan sedih.
Wajah yang penuh keikhlasan, senantiasa menampakkan keceriaan agar anaknya tidak terbebani kala akan berangkat berjuang di luar kota. Lelaki tua yang senantiasa terbangun di sepertiga malam untuk mendoakan anak-anaknya yang nun jauh disana, yang senantiasa khawatir kala tidak ada kabar datang. Yang senantiasa memikirkan bagaimana keadaan anak-anaknya, namun terkadang kita tidak pernah ingat akan beliau.
Kita seringnya sibuk dengan aktifitas sendiri, sibuk dengan urusan si doi ketimbang ingat ayah yang jauh di kampung halaman. Terkadang kita malu ketika ayah datang menyambangi ke kostan hanya karena gaya berpakaian yang kita anggap norak, padahal beliau sudah mempersiapkan pakaian terbaiknya demi bertemu dengan anaknya, dengan membawa buah tangan hasil dari panen di kampung.
Sahabat…coba kita bayangkan sejenak wajah lusu seorang ayah saat ini..pernahkah kita menangkap gurat kelelahan, gurat kerisauan?? Sayangnya kadang tidak…Sahabat seringkah kita mendoakan beliau…atau kita malah sering melupakan beliau??
Sudahkah kau memeluknya penuh kasih dan merasakan degupan jantungnya di dadamu…mari sahabat kita muliakan ayah kita, kita muliakan ibu kita, kita muliakan keduanya dengan sayang cinta yang tulus…
Ya Allah sayangilah papa yang sudah mengajarkan kepadaku agar lebih mengenalmu..
dengan peluh keringatlah aku kini bisa berdiri tegak, dan khusyu beribadah kepada-Mu
Ya Allah gantilah peluh keringat dan kelelahannya dengan ketenangan dalam hatinya..
Sayangilah dia sebagaimana dia menyayangiku di kala kecil…
Berilah rezeki yang berkah, kala diri ini masih dibiayai olehnya
Lindungilah papa kala susah, hiburlah papa kala sedih…
Berilah tempat kembali yang agung disisiMu…


Renungan Ibu Part II :'(

Diposting oleh Ayudia's World di 07.01 0 komentar
Ini juga renungan yg gw copy-paste.. Tapi maknanya besar bgt.. Baca ya :)

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.


Renungan Ibu :'(

Diposting oleh Ayudia's World di 06.58 0 komentar
Kenanglah ibu yang selalu menyayangimu. untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membaluti tubuhmu. ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu dan ingatkah engkau ketika airmata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?
anakku... sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan.
anakku.....kembalilah mohon maaf pada ibumu yang selalu rindu pada senyummu.
anakku.... jangan biarkan engkau kehilangan saat saat yang akan kau rindukan dimasa datang ketika ibumu telah tiada. tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita.
tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia
yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya
yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya
tak ada lagi dan tak akan pernah ada lagi yang meneteskan airmata, mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya.
anakku... ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.
kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.
Ibu .... maafkan aku sampai kapanpun jasamu tak terbalaskan.....
*hwaa.. nangis deg bacanya..


Ma.. Maafin ayud ya yg sampai skrg blum bisa ngebales semua yg mama kasih, selama ini ayud juga sering ngebantah perintah mama, sampai-sampai buat mama marah. 
Ya alloh panjangkan lah umur mama, berilah dia kesehatan, dan lindungilah dia dimanapun dia berada, jaga dia dengan malaikat mu ya alloh.. :'( Amiin.. Love you ma..



Selasa, 17 Agustus 2010

Ayud Mau Yang Itu Maah.. :)

Diposting oleh Ayudia's World di 01.57 0 komentar
Huhu.. suer deh.. Sebenernya tadi lagi iseng nyari-nyari model HP.. Maklum BBnya rusak T_T tapi mama janjiinnya mau beliin yg baru.. Gaa tau deh kapan. Haha :D Yg penting udah janji..! Nah, pas lagi nyari-nyari gw inget ma LG COOKIE.. Ya coba deh gw search tu HP.. aww.. Ternyata baguus.. Modelnya beda tipis ma iPhone lah.. Aku mau yang itu maa..! Murah kok. sejutaan doang. Haha :D
Bagus bgt deh, warnanya UNGU..! *warna fav.nya Justin :) aa.. naksir bgt ma tu HP..
Semoga mama mau beliin, kan ga mahal-mahal amet :D
cikiiciiuw.. bagus kan yaa ? UNGU mameen..
haha.. mauu naa maah.. Beliin doong.. hwaa..




Sabtu, 28 Agustus 2010

Pesantren Ramadhan Di Sekolah :D

Taraaaa..
This is it..! Postingan ga penting dari gw. :D
Kali ini gw mau cerita soal "Pesantren Ramadhan Di Sekolah" kemaren lusa anak kelas 9 pada sanlat di sekolah.. Seru sih.. Pas materi juga lumaayan seru :) Tapi yang paling berkesan tu pas renungan malam tentang "Orang Tua" hmm.. semua rata-rata pada nangis, kecuali orang-orang yg hatinya terbuat dari batu..! haha :D
Ada tu yg lain pada nangis dia malah ketawa-ketawa, iiuuh, ga tau dirii.. *out of topic :D
Lanjuut, habis  renungan tu waktunya tidur malem, nah pas tidur itu yg seru, anak-anak pada keluar-keluar dari ruangan, ngemil, ngobrol, hehe, serulah pokoknya :D Tapi ada yg serem jugaa, anak-anak pada bilang kalo mereka denger suara-suara aneh gitu dari lantai atas, trus lampu mati sendiri, macem2 lah..
Gw ma teme gw jug ga tidur sama sekali gara-gara nemenin temen gw di UKS :) Alhasil dari pada bosen ya mending kita webcaman aja, mumpung gw bawa lappy :D
Hahaha.. Moo liaat ?





itu baru beberapa.. sebenernya masih banyak bgt..! haha :D Kacaau..
abis itu jam 3 mulai kegiatan lagi, kita sholat trawih di masjid skolah, jam 3 pagi cooy..! Maka, disana kita sholat sambil ngantuk2..! Mana bacaannya panjang2 lagi, haha, gw aja cuma ikut 4 rakaat pertama, sisanya gw ma yg lainn tidur dibelakang, cuma beberapa aja yg ikut sholat :D
Ga tenang banget deh tidur di masjiid.. haha.. Tapi lumayan deh bisa tidur, abis sholat kita smua langsung sahur, sahur  seadana aja sih --" waktu itu cuma makan nasi, sayur bening, sma daging, dagingnya cuma segede' uang receh.. Kacaau --"
abiis sahur langsung pulang deh :D Haha.. Jam 6 udah nyampe rumah, pas nyampe rumah gw langsung ganti baju trus tidur smpe jam 5 sore. wakakak :D Paraah..

Kamis, 26 Agustus 2010

Buka Puasa Bareng :D

Kya.. Lama ga posting.. Akhirnya gw bikin postingan yg ga penting lagi ! haha :D
Yaap..! Kemaren gw baru BuBar bareng Azizah, Dhedhe, sma Icha :D Seruu euy..! Rencana awal  kita mau ngumpul jam stengah 5, pas udah jam stengah 5, gw ma Icha udah rapi noh, tinggal nunggu Zizah ma Dhedhe, ditungguin ampe jam stengah 6 kagak nongol2 tu beduaa, jam stengah 6 lewat akhirnya mereka dateng juga..! Langsung deh kita buru-buru beli makanan di TownHall. Disitu kita dapet gorengan, sama ayam goreng, plus Jus..! Haha :D Habis beli makanan, kita langsung beli petasan juga ! kan ga enak kalo ga main petasan.. wakakak :D
Abis beli petasan langsung deh kita balik kerumah gw and siapin makanannya sambil nunggu adzan, beberapa menit kemudian adzan pun berkumandang *cikiciiuw
langsung deh kita serbu makananya..! abis makan, ga lupa dong mainin petasannyaa..! Jedeer doorr diiaaar :D
Maininnya juga didepan rumah orang, untung aja ga di omelin. wakaakak :D abis main petasan kita balik lagi kerumah gw karna kecapean abis keliling2..
Ngga lama kemudian gw, dhedhe, ma zizah dapet ide buat webcaman.! *Icha udah balik yee :D
Haha.. yaudah kita webcaman..
gilaaaa..







Rabu, 18 Agustus 2010

Renungan Ayah Part II :'(

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mama/Ibunya.
Lalu bagaimana dengan Papa/ayah?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang :
“Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”.
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas :
“Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia :)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata:
“Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “utri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Notes : Baca semua renungannya pake lagunya Mariah Carey - Hero
pasti lebih berasa


Renungan Ayah :'(

Sahabat…pernahkah kita mengingat-ingat setiap jasa-jasa seorang ayah??
Ya seorang lelaki paruh baya, yang senantiasa bekerja siang malam, tanpa mengenal lelah yang mengesampingkan rasa kantuk, rasa sakit demi memperjuangkan harapan-harapannya menjadikan putra-putrinya menjadi anak-anak yang sholeh-sholehah dan berhasil dalam pendidikan dan kariernya…
Seorang lelaki yang berjuang bersama wanita bernama ibu membesarkan putra-putrinya, membelajarkan anak-anaknya untuk lebih dekat kepada Allah seperti halnya yang dilakukan Lukman kepada anaknya yang berpesan kepada anaknya untuk tidak menduakan Allah. Sahabat pernahkah kau perhatikan wajah tuanya yang penuh kerutan di dahinya, yang coba meredam rasa lelah, rasa marah yang dibalut dengan senyum manis agar tidak membuat anaknya khawatir dan sedih.
Wajah yang penuh keikhlasan, senantiasa menampakkan keceriaan agar anaknya tidak terbebani kala akan berangkat berjuang di luar kota. Lelaki tua yang senantiasa terbangun di sepertiga malam untuk mendoakan anak-anaknya yang nun jauh disana, yang senantiasa khawatir kala tidak ada kabar datang. Yang senantiasa memikirkan bagaimana keadaan anak-anaknya, namun terkadang kita tidak pernah ingat akan beliau.
Kita seringnya sibuk dengan aktifitas sendiri, sibuk dengan urusan si doi ketimbang ingat ayah yang jauh di kampung halaman. Terkadang kita malu ketika ayah datang menyambangi ke kostan hanya karena gaya berpakaian yang kita anggap norak, padahal beliau sudah mempersiapkan pakaian terbaiknya demi bertemu dengan anaknya, dengan membawa buah tangan hasil dari panen di kampung.
Sahabat…coba kita bayangkan sejenak wajah lusu seorang ayah saat ini..pernahkah kita menangkap gurat kelelahan, gurat kerisauan?? Sayangnya kadang tidak…Sahabat seringkah kita mendoakan beliau…atau kita malah sering melupakan beliau??
Sudahkah kau memeluknya penuh kasih dan merasakan degupan jantungnya di dadamu…mari sahabat kita muliakan ayah kita, kita muliakan ibu kita, kita muliakan keduanya dengan sayang cinta yang tulus…
Ya Allah sayangilah papa yang sudah mengajarkan kepadaku agar lebih mengenalmu..
dengan peluh keringatlah aku kini bisa berdiri tegak, dan khusyu beribadah kepada-Mu
Ya Allah gantilah peluh keringat dan kelelahannya dengan ketenangan dalam hatinya..
Sayangilah dia sebagaimana dia menyayangiku di kala kecil…
Berilah rezeki yang berkah, kala diri ini masih dibiayai olehnya
Lindungilah papa kala susah, hiburlah papa kala sedih…
Berilah tempat kembali yang agung disisiMu…


Renungan Ibu Part II :'(

Ini juga renungan yg gw copy-paste.. Tapi maknanya besar bgt.. Baca ya :)

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.


Renungan Ibu :'(

Kenanglah ibu yang selalu menyayangimu. untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membaluti tubuhmu. ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu dan ingatkah engkau ketika airmata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?
anakku... sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan.
anakku.....kembalilah mohon maaf pada ibumu yang selalu rindu pada senyummu.
anakku.... jangan biarkan engkau kehilangan saat saat yang akan kau rindukan dimasa datang ketika ibumu telah tiada. tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita.
tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia
yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya
yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya
tak ada lagi dan tak akan pernah ada lagi yang meneteskan airmata, mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya.
anakku... ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.
kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.
Ibu .... maafkan aku sampai kapanpun jasamu tak terbalaskan.....
*hwaa.. nangis deg bacanya..


Ma.. Maafin ayud ya yg sampai skrg blum bisa ngebales semua yg mama kasih, selama ini ayud juga sering ngebantah perintah mama, sampai-sampai buat mama marah. 
Ya alloh panjangkan lah umur mama, berilah dia kesehatan, dan lindungilah dia dimanapun dia berada, jaga dia dengan malaikat mu ya alloh.. :'( Amiin.. Love you ma..



Selasa, 17 Agustus 2010

Ayud Mau Yang Itu Maah.. :)

Huhu.. suer deh.. Sebenernya tadi lagi iseng nyari-nyari model HP.. Maklum BBnya rusak T_T tapi mama janjiinnya mau beliin yg baru.. Gaa tau deh kapan. Haha :D Yg penting udah janji..! Nah, pas lagi nyari-nyari gw inget ma LG COOKIE.. Ya coba deh gw search tu HP.. aww.. Ternyata baguus.. Modelnya beda tipis ma iPhone lah.. Aku mau yang itu maa..! Murah kok. sejutaan doang. Haha :D
Bagus bgt deh, warnanya UNGU..! *warna fav.nya Justin :) aa.. naksir bgt ma tu HP..
Semoga mama mau beliin, kan ga mahal-mahal amet :D
cikiiciiuw.. bagus kan yaa ? UNGU mameen..
haha.. mauu naa maah.. Beliin doong.. hwaa..




 

Anyud's World Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez